Dua Hari Berturut Dua Kapal Mati Mesin di Kepulauan SeribuTidung Lagoon

Dua Hari Berturut Dua Kapal Mati Mesin di Kepulauan Seribu

Kapal mati mesin di Kepulauan Seribu kembali menjadi sorotan setelah dua kejadian beruntun terjadi pada 22 dan 23 Juni 2025. Dua kapal berbeda mengalami kerusakan di tengah laut dan membutuhkan evakuasi cepat. Tim Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu bergerak cepat menanggapi situasi ini.

Insiden Pertama Terjadi di Sekitar Pulau Tikus

Pada Minggu malam, 22 Juni 2025, sekitar pukul 21.15 WIB, Damkar Jakarta Utara menerima laporan dari warga Pulau Pari. Seorang nelayan berinisial K dilaporkan hilang kontak dan diduga hanyut setelah kapal KM Kuda Laut miliknya mati mesin di sekitar Pulau Tikus.

Tim penolong segera menyisir area Pulau Tikus, tetapi pencarian awal belum membuahkan hasil. Petugas memperluas pencarian ke sekitar Pulau Payung. Di sinilah kapal KM Kuda Laut ditemukan terombang-ambing bersama korban yang masih selamat.

Tim Damkar kemudian menderek kapal menuju pulau terdekat. Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 22.53 WIB dan dinyatakan selesai dengan selamatnya korban. Kapal mati mesin di Kepulauan Seribu ini menjadi peringatan serius bagi aktivitas pelayaran malam hari.

Insiden Kedua Terjadi di Perairan Pulau Laki

Esok paginya, Senin 23 Juni 2025, sekitar pukul 05.00 WIB, Pos Gulkarmat Pulau Pari kembali menerima laporan adanya kapal mati mesin di laut. Kali ini, kapal penumpang KM Doa Ibu mengalami kerusakan mesin di sekitar Pulau Laki, wilayah Kepulauan Seribu Selatan.

Kapal tersebut membawa sekitar 25 penumpang, meskipun data lain menyebutkan total 29 orang, termasuk awak kapal. Kapal terombang-ambing tanpa kendali, sehingga membutuhkan penanganan cepat dari berbagai pihak.

Tim gabungan dari Unit Rescue Boat, KM Satria Biru, kepolisian, Dishub, dan PK3D segera meluncur ke lokasi. Proses evakuasi dimulai pada pukul 05.36 WIB, dan semua penumpang serta awak kapal berhasil diselamatkan.

Mereka dibawa ke Pulau Payung sebagai titik penampungan sementara. Setelah itu, para korban dipindahkan menggunakan Kapal Besar Kedaruratan menuju Pulau Kelapa. Proses evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 07.40 WIB.

TanggalLokasiNama KapalJenis KapalPenumpang yang Diselamatkan
22 Juni 2025Pulau TikusKM Kuda LautNelayan1 orang
23 Juni 2025Pulau LakiKM Doa IbuPenumpang29 orang

Kapal mati mesin di Kepulauan Seribu bukan kejadian baru, namun insiden beruntun ini mempertegas perlunya peningkatan standar keselamatan laut. Langkah tanggap dari Sudin Gulkarmat dan tim gabungan menjadi bukti bahwa koordinasi cepat dapat menyelamatkan banyak nyawa. Edukasi kepada pelaut dan wisatawan tentang kesiapan darurat sangat dibutuhkan agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Baca Juga: Rekomendasi Kapal Dishub ke Kepulauan Seribu

Situasi kapal mati mesin di Kepulauan Seribu memperlihatkan pentingnya sinergi instansi dalam penyelamatan laut. Pemeriksaan rutin kondisi kapal serta kesiapan komunikasi darurat harus ditingkatkan, terutama bagi kapal wisata dan nelayan yang beroperasi malam hari.

Jika berkunjung ke Kepulauan Seribu, sempatkan waktu untuk menjelajahi peninggalan sejarahnya. Berikut Pilihan Paket Wisata Pulau Seribu di Pulau Tidung:

Kunjungi Juga Tidung Lagoon

penulis penulis August 1, 2025 Uncategorized
Change the Language »