Alat Tangkap Ramah Lingkungan di Pulau PramukaTidung Lagoon

Alat Tangkap Ramah Lingkungan di Pulau Pramuka

Pelatihan edukasi alat tangkap ramah lingkungan kembali dilaksanakan di Pulau Pramuka untuk meningkatkan pengetahuan nelayan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu.

Tujuan Pelatihan untuk Menjaga Laut Tetap Lestari

Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk kebiasaan nelayan menggunakan alat tangkap yang tidak merusak ekosistem laut. Terutama ekosistem terumbu karang yang sangat rentan rusak oleh penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan.

Selain itu, pelatihan ini juga mendorong terciptanya praktik perikanan yang aman dan produktif. Nelayan dibekali pemahaman standar keselamatan kerja agar terhindar dari risiko saat melaut. Hal ini menjadi perhatian setelah adanya kejadian warga hilang akibat aktivitas penangkapan yang tidak aman.

Kebijakan dan Regulasi Penangkapan Ikan

Pelatihan ini mengacu pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2021. Regulasi tersebut mengatur jenis alat tangkap yang diperbolehkan, seperti bubu dan rawai ikan.

Kepala Suku Dinas KPKP, Devi Lidya, menyatakan bahwa edukasi alat tangkap ramah lingkungan penting untuk menjaga keberlanjutan laut. Ia juga menegaskan bahwa pelatihan ini mendukung pengembangan potensi perikanan tangkap di Kepulauan Seribu.

Jenis Alat TangkapKarakteristikDampak Lingkungan
BubuPerangkap ikan pasifTidak merusak habitat
RawaiTali panjang dengan kailMinim bycatch
PancingAlat tangkap satuanTidak membahayakan biota laut lainnya

Lokasi dan Peserta Pelatihan

Kegiatan edukasi alat tangkap ramah lingkungan dilaksanakan pada 31 Juli 2025 di Pulau Pramuka. Sebanyak 20 nelayan dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pulau Panggang mengikuti kegiatan ini.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilakukan di Pulau Kelapa Dua dan Pulau Panggang. Pelatihan pada Juni 2023 bahkan diikuti oleh 50 nelayan dari 18 kelompok usaha perikanan.

Materi Pelatihan dan Bantuan Peralatan

Nelayan diberi pengetahuan langsung mengenai penggunaan alat tangkap seperti pancing, bubu, dan kotak penyimpanan ikan. Fokus pelatihan pada Juni 2023 adalah praktik membuat bubu secara mandiri.

Selain teori, peserta juga menerima bantuan peralatan tangkap untuk langsung diterapkan saat melaut. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Respons dan Harapan dari Para Nelayan

Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Sudin KPKP, Gama Eka Anantha, menyampaikan harapan agar pelatihan ini terus memperkuat kapasitas nelayan. Ia juga ingin agar edukasi alat tangkap ramah lingkungan diterapkan secara menyeluruh.

Wakil Camat Kepulauan Seribu Utara, Yulihardi, menilai program ini sejalan dengan upaya menjaga kelestarian budaya laut. Menurutnya, pelatihan seperti ini penting untuk memperkuat nilai-nilai lokal yang berpihak pada alam.

Fahroni, nelayan dari KUB Tenggiri, merasa bersyukur atas perhatian pemerintah. Ia berharap bantuan dan edukasi dapat menjangkau lebih banyak nelayan di seluruh Kepulauan Seribu agar ekonomi nelayan semakin membaik melalui alat tangkap ramah lingkungan.

Jika berkunjung ke Kepulauan Seribu, sempatkan waktu untuk menjelajahi peninggalan sejarahnya. Berikut Pilihan Paket Wisata Pulau Seribu di Pulau Tidung:

Kunjungi Juga Tidung Lagoon

penulis penulis August 4, 2025 News, Pulau Seribu
Change the Language »