Budidaya Sayuran di Pulau Kelapa Dorong Ketahanan PanganTidung Lagoon

Budidaya Sayuran di Pulau Kelapa Dorong Ketahanan Pangan

Budidaya sayuran di Pulau Kelapa telah menjadi bagian penting dalam program ketahanan pangan lokal. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga masyarakat dan berbagai lembaga di Kepulauan Seribu.

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu memanfaatkan lahan kosong sebagai area tanam. Salah satu contoh suksesnya adalah panen sayuran di lahan seluas 4×2 meter di dekat area docking kapal. Pada 12 April 2023, lahan tersebut menghasilkan 6 kilogram bayam merah dan 8 kilogram kangkung.

Sayuran hasil panen tersebut dibagikan kepada warga dan nelayan. Sebagian lainnya digunakan oleh pengelola lahan sebagai konsumsi harian. Langkah ini mendekatkan manfaat nyata budidaya sayuran langsung ke masyarakat.

Urban Farming dan Dukungan Masyarakat Lokal

Konsep urban farming telah diterapkan di Pulau Kelapa dengan hasil yang menggembirakan. Program ini menyasar rumah tangga dan lahan publik, mendorong warga untuk menanam sendiri kebutuhan sayurannya.

Lurah Pulau Kelapa, Muslim, menyatakan bahwa kegiatan budidaya sayuran berkontribusi dalam menurunkan angka stunting. Selain itu, kegiatan ini juga memperindah lingkungan. Ia menilai bahwa hasil panen menunjukkan kualitas baik dan mendukung ketahanan pangan tingkat keluarga.

Program ini juga dirancang sebagai media edukasi masyarakat agar lebih mandiri dalam mencukupi kebutuhan gizi. Sudin KPKP berharap masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran sehari-hari.

Tanggal PanenLokasiJenis SayurJumlah Panen
12 April 2023Area docking kapalBayam Merah, Kangkung14 kg
24 Juli 2025RPTRA Arung PalakaSelada, Pakcoy5,5 kg

Dari tabel di atas, terlihat peningkatan aktivitas panen dalam program budidaya sayuran di Pulau Kelapa. Lokasi yang digunakan pun semakin beragam, melibatkan fasilitas umum dan partisipasi aktif warga.

Keterlibatan PKK dan RPTRA dalam Budidaya Sayuran

Kegiatan panen pada 24 Juli 2025 melibatkan ibu-ibu PKK dan pengelola RPTRA Arung Palaka. Panen sayuran terdiri dari 1,7 kilogram selada dan 3,8 kilogram pakcoy. Hasilnya didistribusikan ke warga dan kader lokal.

Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Nurliati, menekankan bahwa budidaya sayuran di Pulau Kelapa adalah bagian dari gerakan ketahanan pangan berbasis masyarakat. Program ini juga bertujuan untuk memberdayakan keluarga agar mampu memenuhi gizi secara mandiri.

Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat, kegiatan budidaya sayuran di Pulau Kelapa menjadi penggerak utama pembangunan pangan berkelanjutan. Fokus pada edukasi, distribusi hasil panen, dan keterlibatan komunitas menjadikan inisiatif ini berdampak luas di masyarakat.

Berikut Pilihan Paket Wisata Pulau Seribu di Pulau Tidung:

Kunjungi Juga Tidung Lagoon

penulis penulis July 28, 2025 Uncategorized
Change the Language »